BENDUNGAN UWAI

BENDUNGAN UWAI

Sejarah & Fungsi

  • Bendungan ini merupakan bendung irigasi peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1934 di Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang Seberang, Kabupaten Kampar. Nama aslinya tertulis sebagai Oe Wai (Oewai)

  • Tujuan utama pendiriannya adalah untuk mengatur pengairan persawahan di tiga desa sekitar—Uwai, Pulau, dan Pungguk—membentuk sistem irigasi vital bagi pertanian lokal

  • Sebagai embung, bendungan ini juga berfungsi sebagai penampung air dan menyediakan sumber air untuk sektor perikanan setempat

Fungsi Sosial & Tradisi

  • Bendungan Uwai menjadi pusat tradisi tahunan unik, yakni Maawuo ikan, di mana masyarakat secara bersama-sama menangkap ikan dengan tangan, jaring, dan alat tradisional lainnya saat bendungan "dilepas". Ritual ini bukan hanya rekreasi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan kearifan lokal

  • Warga secara berkelompok melakukan panen ikan setelah bendung dikeringkan untuk keperluan perawatan—ini menjadi momen penting sosial dan ekonomi masyarakat sekitar

Potensi Pariwisata & Ekonomi

  • Gubernur Riau menyebut bendungan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal—baik untuk rekreasi air, kuliner, maupun promosi kegiatan ekonomi seperti perikanan

  • Area sekitar bendungan memiliki lanskap yang indah, cocok untuk kegiatan santai, fotografi sunrise dan sunset, serta pengalaman alam. Warga lokal pun sering memanfaatkan lokasi ini sebagai tempat rekreasi sehari-hari.