Ikuti Diskusi FGD, Pemda Didorong Punya Peta Jalan Ekonomi Kreatif

Ikuti Diskusi FGD, Pemda Didorong Punya Peta Jalan Ekonomi Kreatif

Pekanbaru – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meminta semua pemerintah daerah termasuk Pemerintah daerah Kabupaten Kampar, untuk segera menyusun roadmap alias peta jalan dan rencana aksi pengembangan potensi ekonomi kreatif (ekraf) seperti pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabuaten Kampar Zhulia Dharma saat mengikuti Diskusi Kelompok Terpumpun (focus group discussion) Penyusunan Peta Jalan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau di Novotel Hotel Pekanbaru, jum’at (23/10/20).
Pada kesempatan tersebut disampaikanbahwa peta jalan dan rencana aksi ekraf idealnya sesuai potensi dan kebutuhan daerah masing-masing dengan perspektif pasar global. “Karena pengembangan ekraf pada akhirnya berorientasi pada pasar internasional.
Pada kesempatan tersebut disampaikanbahwa peta jalan dan rencana aksi ekraf idealnya sesuai potensi dan kebutuhan daerah masing-masing dengan perspektif pasar global. “Karena pengembangan ekraf pada akhirnya berorientasi pada pasar internasional.

Dimana peta jalan dan rencana aksi pengembangan ekraf, adalah dimana amanat Perpres tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif (Rindekraf) yang diteken Presiden Joko Widodo pada 31 Desember 2018 dan UU Ekraf yang disahkan DPR pada 26 September 2019.

Kedua regulasi ini membuka jalan bagi ekraf untuk dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional. UU Ekraf mengatur dimasukkannya Rindekraf dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan pedoman dokumen perencanaan daerah. “Kepala daerah yang punya semangat dan visi pengembangan ekonomi kreatif pasti daerahnya lebih cepat maju.
Zhulia Dharma menjelaskan, bahwa didaerah masih ada yang ekrafnya di bawah dinas olah raga, ada yang di dinas perdagangan atau lainnya. Sebagian memang sudah di bawah dinas pariwisata.

Idealnya ada keseragaman, namun bekraf memahami pemda memiliki keterbatasan personel dan anggaran. Oleh sebab itu Zhulia menekankan kedapan pemda khsusunya dinas pariwiata akan lebih proaktif menginformasikan kepada bekraf perangkat yang menjadi ujung tombak pengembangan ekraf.(Mzk)