• Beranda
  • Selamat datang di Website Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kampar

Disparpora Siap Dukung Sektor Wisata di Tanjung
Sungai Kopu, Simpan Pesona Alam nan Eksotis


Pengurus PWI Kampar berfoto ria di atas sampan di depan air terjung tiga cabang di Sungai Kopu, di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, Jumat (8/5/2015).


Tanggal Posting : Selasa,08 Desember 2015

Kamparkab - Selama ini mungkin belum banyak masyarakat yang mengenali keberadaan Sungai Kopu, di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar.

Ternyata sungai yang hulunya berada di Provinsi Sumatera Barat dan bermuara di Sungai Kampar, tepatnya di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu ini memiliki pesona alam nan eksotis.

Sungai Kopu, sebuah sungai kecil dengan segala daya tariknya, memang menjadi bahan pembicaraan beberapa bulan belakangan ini melalui media sosial.

Jika selama ini hanya masyarakat Tanjung dan sekitarnya saja yang memasuki sungai ini sekedar untuk memancing ikan dan jikapun ada yang ingin berwisata menelusuri aliran Sungai Kopu jumlahnya tidak begitu banyak. Namun seiring dengan adanya media sosial dan internet Sungai Kopu mulai dikenalkan masyarakat setempat melalui dunia maya tersebut.

Hal itu pulalah yang membuat Sungai Kopu kini menjadi salah satu tujuan wisata. Meskipun belum dikelola secara maksimal, namun setiap pekan jumlah kunjungan warga ke Sungai yang berada di bawah gugusan Bukit Barisan ini relatif meningkat.

Berdasarkan informasi itu pula, Kamparkab bersama pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar melakukan ekspedisi menelusuri Sungai Kopu meskipun rombongan tidak jadi sampai di wilayah Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (8/5/2015) lalu. Kedatangan pengurus PWI Kampar dalam rangka mengikuti turnamen sepakbola Tanjung Cup ke-18 serta membagikan bibit pohon dan menanam pohon serta menelusuri potensi wisata di Tanjung guna upaya mendukung terdongraknya sektor wisata di Negeri Serambi Mekkah.

Kedatangan PWI Kampar disambut oleh Camat XIII Koto Kampar Niam Saleh, Pjs Kepala Desa Tanjung Rusli Munir dan Ketua Pemuda Tommy Tanjung.

Ternyata, sungai yang diapit dua bukit dan penuh bebatuan dan rimbunnya pepohonan hijau di kiri dan kanan sungai ini menyimpan potensi wisata di Kabupaten Kampar. Bukan tidak mungkin, jika suatu saat sungai ini menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Kampar jika masyarakat setempat maupun Pemerintah Kabupaten Kampar terus mengembangkan potensi objek wisata di Sungai Kopu.

Sungai Kopu semakin menarik karena di sepanjang perjalan kita akan menemui beberapa air terjun, salah satu yang menarik adalah air terjun bercabang tiga. Belum lagi adanya beberapa batuan besar yang menyerupai beberapa objek seperti batu hidung atau yang disebut masyarakat sekitar dengan nama batu iduong karena mirip degan hidung. Disamping itu juga ada batu katak (kangkuong) karena juga mirip dengan kangkuong serta batu ladiong. Jika perjalanan lebih ke hulu lagi, atau jika sudah memasuki kawasan Kabupaten Lima Puluh Kota, pengunjung juga bisa menikmati pemandian air hangat.

Camat Koto Kampar Hulu Niam Saleh kepada kamparkab.go.id mengungkapkan bahwa di ibukota Kecamatan Koto Kampar Hulu itu terdapat beberapa potensi yang bisa dijadikan objek wisata yang belum banyak dikenali masyarakat. Selain Sungai Kopu juga terdapat Air Terjun Koto Layiong yang juga tidak terlalu jauh dari pemukiman warga Desa Tanjung. Niam menyebutkan bahwa hingga saat ini Pemkab Kampar melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga telah menyalurkan bantuan tiga unit mesin dan perahu tempel. Kedepan dia berharap akan semakin banyak daerah ini mendapatkan anggaran guna mengembangkan sektor wisatanya.

Sementara itu, Pjs Kades Tanjung Rusli Munir menyebutkan, keberadaan objek wisata di Tanjung selama ini kurang promosi, oleh sebab itu belum begitu banyak dikenal masyarakat di luar daerah dan daerah Koto Kampar Hulu maupun kecamatan tetangga sendiri.

Lebih lanjut dikatakan Rusli, karena masyarakat sadar akan potensi ini, beberapa waktu lalu masyarakat telah membentuk Kelompok Sadar Wisata atau lebih dikenal dengan nama Pok Darwis. Melalui Pok Darwis ini pulalah masyarakat yang ingin menikmati pesona wisata alam bisa minta dipandu. Pengunjung juga bisa menyewa sampan tempel dan sekaligus menggunakan jasa pemandu wisata dari Pok Darwis.

Selain melalui Pok Darwis, beberapa warga juga bersedia mengantarkan dan memandu masyarakat yang ingin berwisata di sepanjang aliran Sungai Kampar dan Sungai Kopu di Desa Tanjung.

Menanggapi potensi wisata di Desa Tanjung, Ketua PWI Kampar Aprizal, SE didampingi Sekretaris Akhir Yani, SE mengungkapkan bahwa potensi wisata di Tanjung layak mendapat perhatian dari Pemkab Kampar. Menurut Aprizal, pesona alam di beberapa lokasi di Tanjung tidak kalah dengan daerah lain seperti di Sumatera Barat. "Jika ini dikelola dengan baik, maka ini akan bisa memikat orang dari luar daerah untuk datang, dan ini tentunya bisa menjadi sumber pendapatan warga di sini dan pendapatan desa, ekonomi jelas akan berputar," ungkap Aprizal.

Hal itu pula disampaikan Aprizal dalam pidato sambutannya dihadapan Bupati Kampar yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar H Syamsul Bahri. Aprizal mengatakan bahwa dia tidak menduga ada potensi wisata luar biasa di Desa Tanjung. Untuk itu ia berharap Pemkab Kampar membuat program kegiatannya di Tanjung guna meningkatkan sarana dan prasarana serta sarana pendukung untuk pengembangan wisata di Tanjung.


Menanggapi permintaan masyarakat dan PWI Kampar, Kadisparpora H Syamsul Bahri berjanji akan terus memberikan perhatian untuk sektor wisata di Desa Tanjung dan beberapa daerah di Koto Kampar Hulu dan sekitarnya. Menurutnya, Pemkab Kampar telah berupaya memacu pembangunan di segala bidang dengan konsep lima pilar pembangunan Kabupaten Kampar termasuk menggerakkan ekonomi melalui sektor wisata.
(ara)

BERITA TERKAIT