• Beranda
  • Selamat datang di Website Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kampar

Kampar Tawarkan Berbagai Wisata Sejarah dan Religi


-


Tanggal Posting : Selasa,08 Desember 2015

Kamparkab - Kabupaten Kampar memiliki banyak potensi dan pilihan dalam bidang pariwisata. Salah satu adalah wisata sejarah dan religi. Bila wisatawan ingin berwisata sejarah ke Kabupaten Kampar, salah satu pilihannya adalah berkunjung ke Istana Gunung Sahilan di Kecamatan Gunung Sahilan. Istana Kerajaan Gunung Sahilan ini merupakan salah satu situs cagar budaya yang hingga kini masih dijaga kelestariannya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar. Pada tempo dulu, Istana tersebut dijadikan sebagai tempat tinggal Raja. Di dalam Istana yang diperkirakan dibangun pada tahun 1940 tersebut, masih tersimpan berbagai benda pusaka seperti senjata, guci, perabotan istana dan lainnya. Di sekitar Istana terdapat kompleks pemakaman para Raja Kerajaan Gunung Sahilan di masa lampau.

Kemudian, objek wisata lainnya yang banyak dikunjungi masyarakat adalah Masjid Jami’ Airtiris. Berwisata religi ke Masjid ini akan memberikan pengalaman tersendiri bagi para wisatawan. Masjid Jami’ terbuat dari kayu tersebut berbentuk unikt karena dibangun menggunakan arsitektur perpaduan asli lokal Kampar Pra Islam dengan aristektur Islam Timur Tengah dan Cina. Tak satu buah paku pun yang digunakan untuk membangun Masjid yang megah yang kini sudah memasuki usia 114 tahun.
            
Bergerak terus ke arah Barat dari Kota Bangkinang dengan jarak tempuh lebih kurang 1,5 jam, wisatawan dapat berkunjung ke Situs Sejarah Candi Muara Takus. Candi Muara Takus ini merupakan Candi Budha yang pernah didirikan di Sumatera yang tapak-tapaknya masih bisa dilihat hingga kini. Candi dengan stupa berwarna kuning, terlihat jelas. Ada yang tinggi, ada yang rendah. Ada bangunan rata yang tidak berstupa lagi. Bangunan-bangunan ini berada di atas lahan sekitar 74x74 meter. Pagar besi mengelilingi bangunan ini. Candi Muara Takus merupakan candi Buddha. Ini terlihat dari adanya stupa yang merupakan lambang Buddha Gautama. Ada pendapat yang mengatakan bahwa candi ini merupakan campuran dari bentuk candi Buddha dan Syiwa. Bangunan yang utama adalah yang disebut Candi Tua. Candi ini berukuran 32,80 m x 21,80 m dan merupakan candi bangunan terbesar di antara bangunan yang ada. Letaknya di sebelah Utara Candi Bungsu. Di sebelah Timur dan Barat terdapat tangga yang menurut perkiraan aslinya dihiasi stupa. Bangunan kedua dinamakan Candi Mahligai. Bangunan ini berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 10,44 m x 10,60 m. Tingginya sampai ke puncak 14,30 meter. Bangunan ketiga disebut Candi Palangka, yang terletak 3,85 m sebelah Timur Candi Mahligai. Bangunan ini terdiri dari batu bata merah yang tidak dicetak. Candi Palangka merupakan candi terkecil. Relung-relung batu yang tersusun tidak sama dengan dinding Candi Mahligai. Dulu, sebelum dipugar, bagian kakinya terbenam sekitar satu meter.

Bangunan keempat dinamakan Candi Bungsu. Candi Bungsu terletak di sebelah Barat Candi Mahligai. Bangunannya terbuat dari dua jenis batu, yaitu batu pasir. Selain bangunan-bangunan ini, di sebelah Utara atau tepat di depan gerbang Candi Tua terdapat onggokan tanah yang mempunyai dua lubang. Tempat ini diperkirakan tempat pembakaran jenazah. Lubang yang satu untuk memasukkan jenazah dan yang satunya lagi untuk mengeluarkan abunya. Tempat pembakaran jenazah ini termasuk dalam pemeliharaan karena berada dalam komplek percandian. Di dalam onggokan tanah tersebut terdapat batu-batu kerikil yang berasal dari Sungai Kampar.


Selain Muara Takus, objek wisata yang mengandung nilai sejarah juga terdapat di Kampung Wisata Pulau Belimbing Kuok. Di Desa ini, para wisatawan akan menikmati keindahan alam yang asri di tepian Sungai Kampar, dan di desa ini masih banyak terdapat bangunan-bangunan tua yang bernama Rumah Lontiok. Umumnya, wisatawan yang berkunjung adalah wisatawan yang ingin melakukan napak tilas tentang jejak-jejak budaya dan seni asli Melayu Kampar.  
Wisata Air Terjun

Pernahkah membayangkan, berpetualang menyusuri sungai yang tersembunyi berbalut pepohonan lebat dan berpagar bebatuan tua? Kalau belum, maka silahkan menyambangi Sungai Kapur yang terletak di Desa Tanjung Alai Kecamatan Kotokampar Hulu Kabupaten Kampar. Sungai Kapur merupakan salah satu anak Sungai Kampar yang memiliki keindahan alam yang luar biasa dan tergolong sungai yang kecil dengan lebar hanya lebih kurang 15 meter.

Untuk mencapai ke lokasi Sungai Kapur, diperlukan waktu tempuh menggunakan jalur darat dari Bangkinang Kota sekitar 1,5 jam, atau jika dihitung waktu tempuh dari Kota Pekanbaru lebih kurang 2,5 jam. Jika ingin menelusuri keindahan Sungai Kapur dapat dilakukan dengan menggunakan sampan kecil, yang sudah disediakan oleh kelompok wisata setempat. Dari situlah perjalanan menakjubkan itu dimulai, dimana pemandangan kiri kanan yang sangat luar biasa, pepohonan rindang yang menyejukkan mata, ditambah dengan tebing bebatuan purba yang disirami oleh air terjun menambah keindahan alam di daerah aliran Sungai Kapur. Aneka bebatuan purba itu diberi nama oleh warga setempat antara lain sesuai dengan bentuknya, yaitu batu dagu, batu bungkus nasi, gendang, balai, sarang lebah, kangkung, hidung, elang dan batu ladiong.

Bupati Kampar H Jefry Noer SH melalui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar Drs H Syamsul Bahri MSi didampingi Kabid Pariwisata Muhammad Nur ketika ditemui Kamparkab memaparkan bahwa untuk menarik minat wisatawan ke lokasi Sungai Kapur ini, Pemkab Kampar telah berupaya untuk terus mensosialisasikannya kepada masyarakat luas. “Selain keindahan alam Sungai Kapur, masih banyak keindahan alam lainnya yang juga menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Kampar," ujarnya.
            
Objek wisata lainnya yang masih tergolong wisata alam yaitu Air Terjun Lubuk Bigau. Air terjun setinggi 130 meter ini berada tengah hutan belantara Kamparkiri Hulu. Para pengunjung makin takjub dengan keindahan air terjun yang jatuh dari puncak tertinggi ke dasar perbukitan tanpa menyentuh tebing. Tak hanya itu, air terjun yang juga sangat indah dapat juga dilihat di Dusun Salo Subayang Jaya Kecamatan Kamparkiri Hulu. Air terjun ini berada di balik dinding sekolah 015 Salo Subayang Jaya. Banyak warga yang datang ke air terjun setinggi 20 meter tersebut untuk sekedar mandi-mandi menikmati kesejukan air terjun tersebut.(KB02)

BERITA TERKAIT