• Beranda
  • Selamat datang di Website Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kampar

Danau PLTA Koto Panjang Hadirkan Pemandangan Alam Nan Eksotis
Danau PLTA Koto Panjang Hadirkan Pemandangan Alam Nan Eksotis


PLTA Koto Panjang


Tanggal Posting : Selasa,08 Desember 2015

Kamparkab - Kabupaten Kampar merupakan salah satu Kabupaten tertua di Riau yang memiliki kekayaaan alam luar biasa. Masih banyak potensi-potensi wisata yang perlu dikembangkan dan menarik untuk dikunjungi. Keindahan objek wisata Kabupaten Kampar tidak kalah dengan berbagai objek wisata berbagai daerah di tanah air.
            
Beberapa objek wisata Kampar yang dikenal masyarakat dan sudah banyak dikunjungi antara lain kawasan Waduk PLTA Kotopanjang, Candi Muara Takus di Kecamatan XIII Kotokampar, Taman Rekreasi Stanum di Bangkinang Kota, Kawasan Balimau Kasai di Batu Belah Kecamatan Kampar, Istana Gunung Sahilan, Masjid Jami’ Air Tiris di Kecamatan Kampar, Kampung Wisata Belimbing Kuok, Rumah Adat Lontiok dan Lubang Kolam di Kecamatan Kuok.
           
Kawasan wisata waduk PLTA Koto Panjang sudah menjadi destinasi banyak wisatawan terutama wisatawan domestik maupun internasional. Waduk PLTA dibangun tahun 1992. Waktu itu, Tokyo Elektric Power Limited melakukan proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Koto Panjang, Kecamatan XIII  Koto Kampar. Program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Jepang itu berupa pembuatan bendungan. Awalnya, air Sungai Kampar Kanan akan dinaikkan hingga 100 meter sehingga bisa menghasilkan 140 megawatt.
            
Di Waduk PLTA terdapat banyak jenis ikan langka yang tidak banyak terdapat di daerah lain, salah satunya yaitu ikan Toman. Bagi para peminat mancing mania, dapat menyalurkan hobbynya di wilayah Waduk PLTA. Untuk berkeliling di waduk PLTA para wisatawan dapat menggunakan perahu mesin yang tersedia di sana. Ketika berkeliling di waduk PLTA akan banyak pemandangan alam nan indah yang dapat disaksikan, seperti pesona alam Bukit Suligi, Bukit Tangko, serta pesona Pulau Burung Bangau. Bagi yang tidak tertarik untuk berkeliling waduk, dapat juga menikmat keindahan alam Waduk PLTA dari pinggir waduk, dimana banyak terdapat warung-warung menyediakan tempat beristirahat dan menjual aneka makanan untuk dinikmati. Lokasi warung-warung tersebut banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang melintas dari Riau ke Sumbar atau sebaliknya untuk beristirahat melepas lelah sembari menyantap hidangan makan.

Keberadaan keramba ikan peliharaan warga di beberapa lokasi di danau ini membuat menambah daya tarik bagi para pengunjung. Pengunjung bisa melihat dari dekat berbagai jenis ikan yang dipelihara dan bagaimana aktivitas masyarakat dalam melakukan budi daya ikan tersebut. 

Sebelum menuju ke Waduk PLTA dari arah Pekanbaru, para wisatawan juga dapat singgah sejenak di objek wisata Lubang Kolam, yaitu sebuah terowongan batu sepanjang lebih kurang 50 meter  berada di Jalur Riau-Sumbar tepatnya di Desa Merangin Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Sebelum adanya waduk PLTA, masyarakat yang hendak bepergian dari Riau ke Sumbar atau sebaliknya pasti melewati Lubang Kolam selama lebih kurang satu menit.  Sejak tahun 1994, Lubang Kolam sudah tidak lagi menjadi lalulintas kendaraan Riau-Sumbar. Namun beberapa waktu belakangan, keberadaan Lubang Kolam kembali menjadi perhatian masyarakat dan bahkan menjadi salah satu tujuan wisata. Lubang Kolam adalah sebuah terowongan peninggalan Penjajah kolonial Belanda. Lubang Kolam atau terowongan tersebut memiliki panjang sekira 50 meter. Di bagian depan lubang kolam terdapat tulisan yang dipahat menunjukkan angka 1929, yang diduga sebagai tahun pembuatan lubang kolam tersebut.(KB02)

BERITA TERKAIT